NADIKABAR.COM — Danantara Development Management Fund (DDMF) membidik investasi yang menciptakan lapangan kerja dan mendorong industrialisasi dalam rangka memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
"Melalui investasi pembangunan yang terukur dan kolaboratif, proyek strategis diharapkan tidak berhenti pada pembangunan aset. Proyek tersebut perlu menumbuhkan ekosistem industri, memperluas peluang usaha, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, dan menghadirkan manfaat sosial-ekonomi jangka panjang. Dengan demikian, investasi menjadi instrumen untuk membangun daya saing sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia," ujar CEO PT Danantara Development Management Fund (DDMF) Sigit Puji Santosa dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Prioritas DDMF mencakup sektor-sektor yang menjadi jangkar kebutuhan nasional, antara lain ketahanan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur dan ketahanan bencana, ekonomi rakyat dan desa, serta pengentasan kemiskinan.
Menurut Sigit, di tengah upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, Indonesia memerlukan investasi yang tidak hanya menghasilkan keuntungan finansial, tetapi juga memperkuat fondasi pembangunan. Investasi jangka panjang perlu diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, membuka lapangan kerja, mengembangkan talenta, dan membangun industri bernilai tambah tinggi.
Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya alam, pasar domestik yang besar, serta basis manufaktur yang mampu menjadi pijakan bagi transformasi ekonomi.
Berdasarkan data Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Trade in Value Added (TiVA) 2025, sekitar 82 persen nilai ekspor manufaktur Indonesia tercipta di dalam negeri. Angka ini setara dengan China sebesar 81 persen dan lebih tinggi dibandingkan Malaysia, Korea Selatan, dan Vietnam.
"Namun, kontribusi Indonesia terhadap ekspor manufaktur global masih sekitar 0,3 persen. Kondisi ini menunjukkan peluang besar untuk meningkatkan skala, kompleksitas, dan daya saing industri nasional," kata Sigit.
Danantara Development Management Fund (DDMF) dibentuk untuk menjembatani kebutuhan pembangunan nasional dengan proyek yang layak secara ekonomi, tetapi memerlukan waktu lebih panjang untuk mencapai kelayakan finansial.
Sebagai holding investasi yang berfokus pada pembangunan nasional dan pelayanan publik, DDMF menjalankan peran katalitik melalui penyiapan proyek, penyusunan struktur investasi yang bankable, mobilisasi modal jangka panjang, serta pengawalan pelaksanaan proyek hingga menghasilkan dampak.
Sigit menekankan pentingnya dukungan publik terhadap mandat DDMF dalam mendorong pembangunan nasional.
“DDMF hadir untuk memediasi kebutuhan pembangunan nasional dengan proyek-proyek yang secara ekonomi viable, tetapi membutuhkan waktu lebih panjang untuk mencapai hasilnya. Karena itu, kami menjalankan peran catalytic investment agar dampak strategis dan ekonomi proyek dapat dikapitalisasi,” katanya.
Dalam menilai investasi, DDMF mempertimbangkan tiga dimensi secara bersamaan, yakni nilai dan dampak strategis, kelayakan ekonomi, serta kelayakan finansial.
"Dengan pendekatan ini, keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari imbal hasil, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan lapangan kerja, memperkuat rantai pasok domestik, mengurangi ketergantungan impor, serta meningkatkan kapabilitas industri dan teknologi nasional," katanya.