NADIKABAR.COM — Kesepakatan pasokan BBM yang diteken oleh Presiden Amerika Serikat (AS) dan Presiden Rusia Vladimir Putin dinilai tidak akan mampu menurunkan harga bahan bakar. Mulanya perjanjian itu diteken demi menurunkan harga diesel dengan mengguyur pasokan di pasar.
Jumlah yang konon akan diekspor oleh Moskow dinilai sangat kecil dibandingkan dengan permintaan AS dan global. Hal ini dinilai tidak akan bisa menurunkan harga bahan bakar bagi pengemudi truk dan petani, yang artinya Trump kemungkinan tidak berhasil mengatasi inflasi yang terjadi jelang pemilihan paruh waktu AS pada bulan November.
Dilansir dari CNBC, Rabu (14/10/2026), dilaporkan Rusia akan segera memasok 300.000 metrik ton diesel ke pasar global. Informasi ini berdasarkan pernyataan Trump pada hari Jumat dalam unggahannya di Truth Social. Menurut S&P Global Platts, 1 metrik ton diesel setara dengan sekitar 7,45 barel, artinya Rusia kemungkinan akan mengekspor sekitar 2,24 juta barel diesel atau 74.500 barel per hari jika disebar selama sebulan penuh.