NADIKABAR.COM — Sebanyak 12 penerbangan di Bandara Internasional Juanda dibatalkan akibat debu vulkanik gunung Anak Krakatau. Bandara Malang juga mengalami masalah yang sama.
Pembatalan penerbangan di Surabaya terjadi sebagai dampak berantai dari erupsi Anak Gunung Krakatau yang mengganggu operasional sejumlah bandara di pulau Jawa.
General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir mengatakan, 12 penerbangan yang batal terdiri dari lima penerbangan kedatangan dan tujuh penerbangan keberangkatan. Data tersebut merupakan kondisi operasional hingga pukul 09.30 WIB.
"Pada tanggal 7 September 2026, berdasarkan kondisi operasional hingga pukul 09.30 WIB, terdapat 12 penerbangan yang mengalami pembatalan, dengan rincian lima kedatangan dan tujuh keberangkatan," kata Tohir dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).
Tohir menjelaskan, dampak tersebut terjadi karena adanya gangguan konektivitas dan rotasi penerbangan menyusul penutupan sejumlah bandara.
Hingga pagi ini, terdapat empat bandara yang masih mengalami penutupan operasional, yakni Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II, dan Bandara Husein Sastranegara.
Di tengah kondisi tersebut, Bandara Internasional Juanda terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan maskapai serta stakeholder terkait untuk menyesuaikan operasional penerbangan.
"Sebagai salah satu bandara alternatif, Bandara Internasional Juanda akan melayani penerbangan selama 24 jam guna mendukung kelancaran operasional penerbangan dan konektivitas pengguna jasa selama berlangsungnya kondisi ini," ujarnya.