Menurut dia, penyelesaian persoalan lingkungan membutuhkan pemikiran teknis yang konkret karena dalam penanganan karhutla, insinyur dapat merancang metode untuk membersihkan wilayah tertentu, membuat jalur pemisah, serta mengisolasi titik kebakaran agar api tidak meluas.

Dedi Mulyadi menilai para insinyur tidak cukup hanya memikirkan langkah penanganan setelah kebakaran terjadi. Mereka juga perlu merancang sistem pencegahan, metode deteksi penyebaran api, serta peralatan pemadaman yang dapat digunakan masyarakat dengan biaya terjangkau.

β€œPendekatan semacam itu bukan hal baru. Masyarakat telah mengenal berbagai metode pencegahan kebakaran sejak dahulu. Namun, cara berpikir ekonomi yang terlalu pendek dapat mengakibatkan persoalan lingkungan terus berulang,” katanya.