NADIKABAR.COM β Di darat, minyak mentah diolah menjadi ragam produk bahan bakar. Namun, jauh sebelum tiba di kilang, cairan berharga itu lebih dahulu hinggap di fasilitas terapung tengah laut, area yang kerap luput dari amatan orang awam.
Di tengah laut inilah sosok Maman Suherman menjalani rutinitas, seperti pada Kamis (22/10) siang, saat terik matahari di kawasan pesisir terasa menyengat kulit hingga keringatnya mengalir deras. Namun, sorot matanya tetap tajam tertuju ke arah perairan lepas.
Tepat saat jarum jam menunjukkan pukul 13.34 WIB, ia bersiap mengarungi laut. Maman hendak melihat dari dekat kondisi Single Point Mooring (SPM), simpul vital yang mengalirkan energi untuk Kilang Balongan di Indramayu, Jawa Barat.
βKapal mulai bergerak, menuju SPM 35.000 (deadweight tonnage/DWT). Bergerak perlahan meninggalkan jetty,β tuturnya, saat berkomunikasi dengan petugas pelabuhan memakai telepon kabel berwarna hitam.