Lewat dedikasinya, pria kelahiran Polewali Mandar itu ingin memastikan regenerasi pengetahuan tentang warisan budaya bahari Mandar terus berlanjut. Oleh sebab itu, dia menginisiasi dan bertindak sebagai kurator program Student on Sandeq (SOS) sejak 2022 sampai 2026.
Program SOS merupakan sebuah wadah edukatif yang mendekatkan generasi muda pada teknik pembuatan hingga pelayaran perahu tradisional Sandeq. Sejak 2001, dia aktif terlibat dalam pelaksanaan festival Sandeq Race untuk merawat marwah dan eksistensi pelaut lokal secara berkelanjutan.
Ridwan juga terlibat dalam pelayaran rekonstruksi historis seperti ekspedisi Padewakang ke Australia tahun 2019-2020.
Lebih jauh, Ridwan mendirikan museum Nusa Pustaka dan menggerakkan Armada Pustaka di Sulawesi Barat. Gerakan literasi bergerak ini menyalurkan akses bahan bacaan bagi anak-anak pesisir di pulau terpencil, mengintegrasikan pendidikan dengan identitas maritim lokal.
Karena dedikasinya, Ridwan mendapat penghargaan Anugerah Kebudayaan Indonesia kategori Pelopor/Pembaruan pada Desember 2025. Dalam diplomasi budaya internasional, dia juga berhasil membawa perahu Sandeq berlayar dan tampil dalam festival maritim bergengsi di Brest, Prancis, pada 2012.