Penerimaan pemerintah AS sebenarnya mencetak rekor sebesar US$ 5,40 triliun, naik 3% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar US$ 5,24 triliun. Namun, pengeluaran pemerintah meningkat lebih tinggi, yakni 6% menjadi US$ 7,40 triliun dari US$ 7,01 triliun pada tahun fiskal 2025.
Pengeluaran untuk pembayaran utang mencapai rekor US$ 1,36 triliun, meningkat sebesar US$ 144 miliar, atau 12%. Total utang AS menembus angka US$ 40 triliun sekitar dua bulan lalu.
Faktor lain yang menyebabkan defisit semakin melebar adalah penurunan penerimaan tarif bersih sebesar US$ 22 miliar setelah putusan Mahkamah Agung tahun ini yang membatalkan sebagian besar tarif yang diberlakukan Trump selama tahun pertamanya menjabat. Hal itu memicu pengembalian dana tarif sebesar US$ 145 miliar sepanjang tahun ini, yang mengakibatkan penurunan pendapatan tarif bersih sebesar 11% menjadi sekitar US$ 173 miliar.