NADIKABAR.COM — Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan Indonesia mendapatkan harga khusus dalam pembelian kendaraan tempur amfibi AAV M-35 dari Amerika Serikat karena hubungan baik antara Korps Marinir kedua negara.
"Jadi, ini merupakan penjualan militer asing (Foreign Military Sales/FMS) dari Amerika. Kita diberi harga khusus karena kita dekat dengan Marinir Amerika Serikat. Hubungan dengan Marinir Indonesia sangat baik," kata Ali seusai mengikuti penyerahan AAV M-35 di Markas Korps Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin.
Ali tidak mengungkapkan nilai pembelian kendaraan tempur tersebut dan meminta hal itu ditanyakan kepada Kementerian Pertahanan.
"Kalau anggaran, tanya Kemhan," katanya.
Menurut Ali, hubungan Korps Marinir TNI AL dengan Korps Marinir Amerika Serikat (United States Marine Corps/USMC) terjalin melalui berbagai latihan bersama.
Salah satunya latihan Rim of the Pacific Exercise (RIMPAC) yang berlangsung pada 24 Juni hingga 31 Juli 2026.
Korps Marinir TNI AL pada Senin menerima 12 unit AAV M-35 dari total 35 kendaraan tempur amfibi yang dibeli melalui skema FMS dari Amerika Serikat.
Sebanyak 23 unit lainnya dijadwalkan tiba pada akhir November 2026.
"Akan hadir lagi 23 (ranpur) di akhir bulan November 2026," kata Ali.
Menurut dia, AAV M-35 memiliki kemampuan lebih modern dibandingkan kendaraan amfibi buatan Korea Selatan yang telah dimiliki Korps Marinir TNI AL.
Kendaraan tersebut mampu mengangkut 21 prajurit ditambah tiga awak kendaraan yang terdiri atas pengemudi, komandan kendaraan, dan penembak.
AAV M-35 juga mampu beroperasi pada kondisi laut hingga kategori "Sea State 5".
"Kendaraan ini juga mampu melewati perairan atau laut dengan Sea State 5. Jadi, makanya diberi nama M35," kata Ali.
Kategori Sea State 5, yang berarti ranpur (kendaraan tempur) berbobot 23 ton ini mampu menerjang ombak besar setinggi 2,5 hingga 4 meter saat membawa 21 prajurit dari kapal pendarat menuju pantai.
Seluruh kendaraan tempur tersebut nantinya ditempatkan di Pasmar I, Pasmar II, dan Pasmar III untuk memperkuat kemampuan operasi Korps Marinir di wilayah Indonesia.
Ali berharap penambahan kendaraan tempur amfibi tersebut dapat meningkatkan kemampuan Korps Marinir dalam menjalankan operasi militer maupun misi kemanusiaan.