"Seandainya mereka itu melihat orang tuanya menenun tetapi lalu orang tuanya dapat menyekolahkan dan memberikan kehidupan yang bagus dari menenun, mereka pasti akan melanjutkan," tuturnya.

Menurutnya, untuk merespons berbagai kendala tersebut, pengawasan ketat serta penegakan regulasi hukum dan hak cipta sangat diperlukan guna melindungi karya asli perajin.

"Kalau memang harus kena hukuman, harus kena sanksi ya sanksi bila ada melanggar hak kekayaan, hak cipta," katanya.

Selain itu, solusi konkret lainnya yang ditawarkan adalah membuka wadah khusus bagi para penenun agar mereka dapat kembali berkarya dan memasarkan produk dengan tenang.

“Saya bukakan wadah untuk mereka bisa menjual kainnya, lalu mereka menenun kembali, dan di sinilah kehadiran pemerintah memberikan wadah serta mencerdaskan mereka," ujar Putri.

Untuk menjamin keberlanjutan ekonomi secara makro dan mengatasi masalah pemasaran, ia juga mengusulkan gagasan agar Bali dikembangkan menjadi pusat distribusi nasional.