NADIKABAR.COM β€” Dari Kereta Antarwilayah, KRL Perkotaan, LRT Jabodebek GoA3, hingga Kereta Cepat Whoosh, Perkeretaapian Indonesia Terus Berkembang Mengikuti Kebutuhan Masyarakat

Jakarta (NadiKabar) - Delapan dekade perjalanan PT Kereta Api Indonesia (Persero) menjadi bagian dari perubahan mobilitas masyarakat Indonesia. Sejak masa awal kemerdekaan hingga memasuki era teknologi modern, kereta api terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat, dari layanan yang menghubungkan berbagai wilayah hingga menghadirkan teknologi perkeretaapian generasi baru.

Tonggak penting perjalanan perkeretaapian Indonesia terjadi pada 28 September 1945, ketika para pekerja kereta api mengambil alih pengelolaan perkeretaapian dari Jepang setelah Indonesia merdeka. Peristiwa tersebut menjadi awal lahirnya Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) yang kemudian diperingati sebagai Hari Kereta Api Indonesia.

Pada masa awal perjalanan Republik Indonesia, kereta api memiliki peran penting sebagai sarana penghubung antarkota dan antarwilayah. Jalur rel yang membentang di berbagai daerah menjadi penggerak mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di tengah proses pembangunan bangsa.

Seiring perubahan zaman, kebutuhan masyarakat terhadap transportasi terus berkembang. Kereta api yang sebelumnya menjadi penghubung perjalanan antarwilayah kemudian tumbuh menjadi layanan dengan berbagai karakter, mulai dari perjalanan jarak jauh, perjalanan lokal, hingga mobilitas harian masyarakat perkotaan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan perjalanan panjang KAI menggambarkan bagaimana kereta api terus berkembang bersama masyarakat Indonesia.

β€œKereta api tumbuh bersama perjalanan bangsa. Dari masa ke masa, kebutuhan masyarakat terus berubah, sehingga KAI terus menghadirkan layanan yang mengikuti perkembangan zaman, mulai dari menghubungkan wilayah hingga menghadirkan teknologi transportasi modern,” ujar Anne.

Salah satu perkembangan penting dalam perjalanan kereta api Indonesia adalah hadirnya layanan kereta listrik. Perjalanan elektrifikasi telah dimulai sejak 6 April 1925 melalui pengoperasian kereta listrik lintas Tanjung Priok–Meester Cornelis (Jatinegara).