Perjalanan panjang tersebut tercermin dari meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kereta api. Sepanjang Januari–Agustus 2026, KAI Group telah melayani 351.602.397 pelanggan, meningkat 7,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 328.311.868 pelanggan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 317,7 juta pelanggan atau 90,29 persen menggunakan layanan publik yang mencakup kereta komuter, kereta lokal, dan layanan penugasan pemerintah.
Pertumbuhan pelanggan tersebut berasal dari berbagai layanan dalam ekosistem KAI Group, mulai dari KAI Commuter, Kereta Api Jarak Jauh dan Lokal, LRT Jabodebek, KA Bandara, Makassar–Parepare, hingga layanan kereta cepat Whoosh.
Anne mengatakan pertumbuhan perjalanan kereta api menunjukkan perubahan peran kereta api dalam kehidupan masyarakat.
“Setiap perjalanan memiliki kebutuhan dan cerita yang berbeda. Ada pelanggan yang menggunakan kereta untuk bekerja, belajar, berdagang, bertemu keluarga, hingga menikmati perjalanan wisata. KAI terus berkembang agar dapat melayani berbagai kebutuhan masyarakat,” kata Anne.
Delapan dekade perjalanan KAI menggambarkan perubahan besar dalam dunia perkeretaapian Indonesia. Dari layanan yang menghubungkan kota dan daerah, berkembang menjadi ekosistem transportasi modern dengan dukungan teknologi, digitalisasi, dan inovasi layanan.
Jelang memasuki usia ke-81 tahun, KAI terus melanjutkan perjalanan bersama masyarakat melalui pengembangan layanan, teknologi, dan konektivitas untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin melayani.