Salah satu investasi terbesar diarahkan untuk mengatasi persoalan persampahan. Karena Kabupaten Pati menghasilkan timbulan sampah sekitar 697 ton per hari. Kondisi tersebut membuka peluang penerapan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik.

"Dari nilai investasi Rp12,6 triliun tersebut, nilai investasi yang tertinggi bidangnya waste to energy. Karena Pati setiap hari menghasilkan hingga ratusan ton sampah per hari. Ini problem yang sangat luar biasa," ujarnya.

Rencana investasi pengolahan sampah menjadi energi tersebut berasal dari PT Sinergi Enviro Solution dan PT Sichuan Energy Development dengan nilai sekitar Rp5,2 triliun. Investasi itu diarahkan untuk membangun instalasi pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Kemudian ada PT Synergy Infra Hijau dan PT Sichuan Energy Development Group yang bergerak di bidang usaha Pembangkit Listrik Tenaga Surya dengan nilai investasi sekitar Rp2,7 triliun.

Selain sektor energi, PT Sino Textile Group menyiapkan investasi sekitar Rp3 triliun pada sektor solar farm. Sementara PT Lensa Patria Energi berencana menanamkan modal sekitar Rp1,45 triliun untuk pelabuhan dan perikanan, termasuk cold storage serta industri pengolahan ikan.