"Pati punya potensi perikanan yang sangat besar. Kapal di atas 30 GT yang tercatat sekitar 800 unit, sedangkan kapal di bawah 30 GT sekitar 2.500 unit. Ini potensi yang bisa dikembangkan investor," ujarnya.
Komitmen investasi lainnya berasal dari PT Sinergi Infra Hijau untuk sektor penerangan jalan senilai sekitar Rp140 miliar. PT Quanda Industrial menyiapkan sekitar Rp55 miliar, PT Putrajaya Sakti Samudera sekitar Rp50 miliar, serta PT RBJ Outdoor Products untuk industri barang dari kulit dengan nilai sekitar Rp28 miliar.
Chandra menyampaikan bahwa masuknya investasi juga diharapkan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat. Berdasarkan peninjauannya ke sejumlah perusahaan PMA di Pati, proporsi tenaga kerja lokal disebut mencapai sekitar 90 persen.
Chandra menyebutkan Kabupaten Pati masih memiliki ruang pengembangan kawasan industri. Total kawasan industri yang disebut berada di sejumlah wilayah Pati mencapai sekitar 5.600 hektare.
Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Jawa Tengah, perwakilan kepala daerah kabupaten tetangga, Plt Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah, Forkopimda Kabupaten Pati, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank Jateng, jajaran pejabat Pemkab Pati, Pemimpin Bank Jateng Cabang Koordinator Pati, serta para Ketua Kadin, Apindo, HIPMI, dan asosiasi dunia usaha.