"Transparansi tidak hanya ditempatkan pada tahap pemungutan suara, tetapi juga pada tahap penentuan hasil," ujarnya.
Masyarakat dapat mengakses informasi mengenai kandidat, partai politik, pemilih, pengaduan, suara, dan hasil pemilu melalui sistem informasi pemilu.
Rusia menggunakan Sistem Otomatis Negara Pemilu untuk mengelola berbagai informasi kepemiluan. Selain itu, terdapat pemungutan suara elektronik jarak jauh (REV), teknologi QR pada protokol hasil, serta CCTV untuk merekam proses pemungutan dan penghitungan suara.
"Penggunaan teknologi dapat dipahami memiliki dua fungsi utama, yaitu fungsi administratif, yakni mempercepat pendataan, pengolahan, dan penyampaian hasil; dan fungsi transparansi dan pengawasan, yaitu memungkinkan proses pemilu didokumentasikan dan informasi hasil dapat diakses serta diperiksa," kata Tamsil.