NADIKABAR.COM — Memilih hotel saat liburan biasanya cukup melihat lokasi, harga, atau pemandangan dari kamar. Namun peserta Hyrox dan marathon memiliki pertimbangan berbeda, hotel dianggap bisa membantu performa sebelum lomba dan mempercepat pemulihan setelah finish.

Tren race-cation atau liburan yang dipadukan dengan kompetisi olahraga dan runcation, berwisata sambil berlari, membuat kebutuhan wisatawan kebugaran ikut berubah. Kini hotel tak lagi sekadar tempat tidur semalam, tetapi menjadi bagian dari persiapan lomba. Mulai dari akses gym, menu sarapan khusus atlet, hingga fasilitas pemulihan tubuh menjadi pertimbangan utama.

Fenomena itu terlihat dalam berbagai seri Hyrox dan marathon, terutama World Marathon Majors (WMM) di sejumlah negara. Saat Hyrox dan WMM berkembang menjadi salah satu motor sports tourism baru, peserta datang dari berbagai negara, menginap beberapa hari, lalu melanjutkan perjalanan untuk berwisata setelah lomba selesai.

Johnny Tieu, atlet Hyrox Pro dan pelatih kebugaran yang berbasis di Bali, mengatakan fasilitas hotel bukan lagi sekadar pelengkap. Menurut dia, kebersihan kamar, ruang yang cukup untuk pemanasan dan pendinginan, hingga fasilitas pemulihan menjadi kebutuhan penting.

"Kebersihan menjadi faktor besar. Saya butuh ruang yang cukup untuk pemanasan, pendinginan, dan foam rolling. Idealnya ada hot tub atau cold tub untuk recovery dan gym untuk pemanasan yang layak. Lokasi yang dekat dengan venue juga sangat membantu," kata Tieu dikutip dari South China Morning Post, Senin (14/9/2026).

Pendapat serupa disampaikan pelatih kebugaran Nadine Duit yang telah mengikuti Hyrox di Hong Kong, Bangkok, dan Yokohama. Baginya, kualitas tidur dan pemulihan tubuh menjadi prioritas utama selama perjalanan lomba.