Ia menyebut komunikasi dengan humas Pemprov Kaltim sejauh ini hanya menghasilkan janji yang belum jelas realisasinya.

"Hal-hal yang diberikan adalah janji-janji yang tidak pasti. Dan hari ini kami juga tidak mendengar atau mendapat jawaban yang kami inginkan sama sekali," lanjutnya.

Wira turut mempertanyakan ketidakhadiran Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud maupun Wakil Gubernur Seno Aji saat massa aksi mendatangi kantor gubernur.

"Setidaknya gubernur atau wakil gubernur menemui kami. Kalau mereka nggak ada sama sekali artinya mereka takut sama kami," tegas Wira.

Demo ini diwarnai aksi simbolik melempar sayur-sayuran busuk sebagai bentuk kekecewaan atas pemadaman listrik yang masih kerap terjadi di Kaltim.

Salah seorang demonstran, Muhammad Khadafi mengatakan aksi simbolik itu merupakan gambaran keresahan masyarakat. Terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ikut terdampak.