"Ini sebagai bentuk keresahan dari masyarakat, apalagi UMKM. Seperti saya, ternak-ternak saya pada mati karena mati lampu," kata Khadafi.
Mahasiswa asal Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) itu mengaku mengalami kerugian akibat pemadaman listrik. Ia menyebut persoalan tersebut telah berlangsung berbulan-bulan.
Di daerah asalnya, menurut Khadafi, pemadaman listrik kerap terjadi dalam tiga bulan terakhir. Kondisi tersebut dinilai merugikan masyarakat karena mengganggu aktivitas sehari-hari hingga kegiatan usaha.
"Ini sudah berbulan-berbulan. Sudah berulang-ulang (mati lampu)," katanya.
Khadafi menyoroti Kaltim sebagai daerah penghasil batu bara, tetapi masyarakatnya masih merasakan pemadaman listrik. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi ironi di tengah aktivitas pengerukan sumber daya alam yang berlangsung di Kaltim.
"Harapannya Pemprov bisa menyelesaikan lagi. Masa sudah banyak lubang tambang yang dikeruk, tapi masih mati lampu?" tutup Khadafi.