Menanggapi insiden di mana sejumlah siswa mengalami cedera, Lecornu mengakui bahwa "kecelakaan" bisa saja terjadi.

Akan tetapi, Lecornu menuduh LFI-partai sayap kiri terbesar di parlemen-memiliki agenda politik untuk menjerumuskan negara ke dalam kekacauan menjelang pemilihan presiden tahun 2027.

Ia juga mengumumkan bahwa kegiatan belajar-mengajar formal di SMA akan ditiadakan selama sisa minggu ini. Langkah ini bertujuan memberikan waktu bagi kepala sekolah, guru, dan siswa untuk melakukan "demokrasi internal" guna membahas situasi di sekolah masing-masing.