Herman menjelaskan penyelenggaraan Musdalub merupakan bagian dari percepatan konsolidasi yang telah disepakati dalam Kongres Partai Demokrat.

"Ini adalah Musda kelima Partai Demokrat NTB melalui Musdalub. Kenapa melalui Musdalub? Karena memang ada percepatan," ujarnya.

Ia mengatakan proses konsolidasi pada periode sebelumnya sempat mengalami keterlambatan akibat pandemi COVID-19 dan persoalan internal terkait upaya pengambilalihan kepemimpinan partai.

"Dulu kami agak terlambat. Karena selain ada Covid, kemudian ada juga rencana pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat. Oleh karenanya, kami sekarang melakukan percepatan," katanya.

Terkait pemilihan kepengurusan DPD Demokrat NTB, Herman menjelaskan Musdalub berlangsung melalui dua masa sidang.

Sidang pertama berkaitan dengan penyerahan kewenangan kepengurusan kepada DPP, sedangkan sidang kedua akan menetapkan calon ketua DPD terpilih melalui mekanisme partai.

"Belum ditetapkan sebagai Ketua DPD, namun calon Ketua DPD terpilih dalam Musda dan hasil verifikasi sepertinya memang akan ada aklamasi," ujarnya.