Terlepas dari itu, nada bicara Trump yang bernuansa mendamaikan ini tidak ditujukan untuk partainya sendiri, Partai Republik. Dalam pernyataan terpisah via akun Truth Social miliknya, Trump mengklaim bahwa kekalahan didapatkan Partai Republik karena dirinya tidak mencalonkan diri dalam pemilu ini.

"Nama saya tidak ada dalam surat suara dan seandainya ada, kita pasti menang TELAK!" ujarnya.

Dalam serangkaian postingan media sosial, Trump memaparkan alasan mengapa Partai Republik mengalami kekalahan, sembari menyebut dirinya "menjadi pengamat politik". Dia mengkritik sejumlah kandidat Partai Republik yang menelan kekalahan baik dalam pemilihan DPR maupun Senat di pemilu sela kali ini.

Gubernur Texas Greg Abbott menjadi salah satu target kritikannya, setelah jabatannya direbut oleh kandidat Partai Demokrat, Gina Hinojosa. Trump menyatakan jika Abbott tidak menjadi "RINO" -- kependekan dari "Republican In Name Only" -- maka dia tidak akan kalah.

Banyak dari kandidat dalam pemilu sela ini yang dipilih langsung oleh Trump, bahkan dia berkeliling ke berbagai wilayah AS demi menggalang dukungan bagi mereka. Namun seorang pejabat Gedung Putih, yang enggan disebut namanya, mempertanyakan kualitas para kandidat Partai Republik itu.

"Kualitas kandidat itu penting, dan Presiden Trump justru melakukan upaya lebih baik dalam mempromosikan banyak kandidat yang bertarung dalam pemilu dibandingkan upaya yang dilakukan para kandidat itu sendiri," ucap pejabat Gedung Putih itu.