"Dan kemudian beliau juga mungkin melihat bahwa perlu ada perubahan struktur organisasi. Nah, ini kan menjadi hal yang sangat penting juga. Dalam konteks ini lah kalau kemudian mengapa beliau ada Kemenko, ya itulah mungkin menjadi salah satu prioritas oleh beliau," katanya.

Herzaky menyebut pola pikir Prabowo dalam reshuffle tersebut tetap berkaitan dengan upaya memastikan program pemerintah memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Yang kita lihat bahwa pola kerangkanya tetap sama, pola pikir beliau bagaimana memastikan bahwa rakyat itu bisa mendapatkan manfaat terbesar dari setiap program pemerintahan. Itulah satu hal," ucap Herzaky.

Selain itu, dia mengatakan visi dan misi pemerintahan Prabowo perlu dieksekusi hingga tingkat paling bawah. Karena itu, menurutnya, dibutuhkan sosok yang dinilai tepat untuk menduduki posisi-posisi strategis di kementerian.

"Ini kan membutuhkan sosok-sosok yang pas di masing-masing posisi tertinggi di kementerian. Sehingga misalnya kita lihat ada masuk teknokrat juga di dalamnya untuk mengakselerasi," imbuhnya.

Lebih lanjut, Herzaky menilai reshuffle ketujuh tersebut menjadi sinyal positif terkait cara Prabowo berkomunikasi dengan publik maupun internal kabinet. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan penekanan pada hasil dan kinerja pemerintahan.

"Nah, ini akhirnya bagi kami reshuffle ada satu sinyal yang positif, cara Presiden berkomunikasi kepada masyarakat, kepada publik, juga kepada dunia internasional, termasuk kepada dalam kabinetnya sendiri," ujarnya.