NADIKABAR.COM — Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih. Partai Demokrat menilai perombakan kabinet tersebut telah diperhitungkan secara matang untuk mengoptimalkan kinerja pemerintahan.
Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan Prabowo sebagai pimpinan tertinggi kabinet dapat melihat kebutuhan organisasi pemerintahan, termasuk sektor-sektor yang perlu menjadi prioritas.
"Reshuffle ini bagaimana tentu sudah diperhitungkan matang-matang oleh Bapak Presiden. Karena bagaimanapun beliau sebagai pimpinan tertinggi di kabinet bisa melihat seperti apa yang menjadi kebutuhan dari organisasi pemerintahan hari ini," kata Herzaky kepada wartawan, Sabtu (3/10/2026).
Herzaky mengatakan kebutuhan tersebut dapat berkaitan dengan sektor yang membutuhkan akselerasi maupun perubahan personel. Menurutnya, pergantian pejabat bisa dilakukan ketika Presiden menilai ada sosok yang lebih tepat untuk mengisi suatu posisi.
"Berangkat dari sektor-sektor mana yang perlu menjadi prioritas, yang perlu ada akselerasi. Dari situ kemudian beliau menilai apakah ini perlu ada perubahan-perubahan orang, me-replace, ada orang yang lebih tepat misalnya di suatu posisi," ujarnya.
"Yang sebelumnya mungkin baik, tetapi perlu ada percepatan sehingga perlu ada perubahan," sambungnya.
Selain pergantian orang, Herzaky menilai Prabowo juga melihat kebutuhan terhadap perubahan struktur organisasi pemerintahan. Dia mencontohkan keberadaan sejumlah posisi Menteri Koordinator (Menko) dalam kabinet.
"Dan kemudian beliau juga mungkin melihat bahwa perlu ada perubahan struktur organisasi. Nah, ini kan menjadi hal yang sangat penting juga. Dalam konteks ini lah kalau kemudian mengapa beliau ada Kemenko, ya itulah mungkin menjadi salah satu prioritas oleh beliau," katanya.
Herzaky menyebut pola pikir Prabowo dalam reshuffle tersebut tetap berkaitan dengan upaya memastikan program pemerintah memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Yang kita lihat bahwa pola kerangkanya tetap sama, pola pikir beliau bagaimana memastikan bahwa rakyat itu bisa mendapatkan manfaat terbesar dari setiap program pemerintahan. Itulah satu hal," ucap Herzaky.
Selain itu, dia mengatakan visi dan misi pemerintahan Prabowo perlu dieksekusi hingga tingkat paling bawah. Karena itu, menurutnya, dibutuhkan sosok yang dinilai tepat untuk menduduki posisi-posisi strategis di kementerian.
"Ini kan membutuhkan sosok-sosok yang pas di masing-masing posisi tertinggi di kementerian. Sehingga misalnya kita lihat ada masuk teknokrat juga di dalamnya untuk mengakselerasi," imbuhnya.
Lebih lanjut, Herzaky menilai reshuffle ketujuh tersebut menjadi sinyal positif terkait cara Prabowo berkomunikasi dengan publik maupun internal kabinet. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan penekanan pada hasil dan kinerja pemerintahan.
"Nah, ini akhirnya bagi kami reshuffle ada satu sinyal yang positif, cara Presiden berkomunikasi kepada masyarakat, kepada publik, juga kepada dunia internasional, termasuk kepada dalam kabinetnya sendiri," ujarnya.
"Beliau mengedepankan output, hasil, manfaat sebesar-besarnya, kinerja yang benar-benar bisa memberikan manfaat terbesar buat rakyat. Nah, itu menjadi potensi beliau," tambahnya.
Diketahui, Presiden Prabowo kembali merombak susunan menteri atau reshuffle kabinet kemarin. Tercatat, Prabowo telah melakukan reshuffle kabinet sebanyak tujuh kali sejak menjabat Presiden pada Oktober 2024.
Reshuffle kabinet Prabowo pertama kali dilakukan pada 19 Februari 2025. Kemudian berlanjut ke 8 September 2025.
Prabowo kembali melakukan pergantian kabinet pada 17 September. Kemudian reshuffle keempat terjadi di 8 Oktober 2025.
Reshuffle juga terlaksana pada April 2026, ada enam pejabat yang dirombakPrabowo, salah satunya pelantikan Menteri LHJumhur Hidayat. Tercatat pada September 2026,Prabowo merombak posisi Menteri Keuangan,Purbaya digantikan olehSuahasilNazara.
Terakhir atau yang ketujuh sebanyak 18 pejabat dilantik Prabowo. Berikut daftarnya:
1. Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.2. Sugiono sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.3. Dudung Abdurahman sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.4. Arrmanatha Nasir sebagai Menteri Luar Negeri.5. M Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian.6. Drajad Hari Wibowo sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.7. Nurkholisoh Ibnu Aman sebagai Wakil Menteri Keuangan.8. Luky Alfirman sebagai Wakil Menteri Keuangan.9. Muhammad Saleh Mustafa sebagai Wakil Menteri Pertanian.10. Irwan Meilano sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan.11. Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan.12. Dedi Prasetyo sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional.13. Aryanto Wibowo sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.14. Fadil Imran sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.15. Nuzran Joher sebagai Ketua Ombudsman.16. Radian Syam sebagai Anggota Ombudsman.17. Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri.18. Komjen Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri.