NADIKABAR.COM β€” Dewan Energi Nasional (DEN) menilai Indonesia perlu memperkuat ketahanan energi nasional melalui diversifikasi sumber energi, pengembangan energi baru terbarukan, dan penguatan cadangan penyangga energi guna mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).

β€œIntinya, kebijakan energi nasional ini untuk menciptakan kedaulatan, kemandirian, dan ketahanan energi nasional,” kata Anggota DEN dari unsur pemangku kepentingan Unggul Priyanto saat menjadi pembicara kunci dalam Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional di Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Blater, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Selasa.

Ia mengatakan Indonesia menghadapi sejumlah tantangan di sektor energi, antara lain penurunan produksi minyak bumi, peningkatan konsumsi BBM, keterbatasan kapasitas kilang, serta tingginya ketergantungan terhadap impor LPG dan produk BBM.

Menurut dia, kondisi tersebut perlu diantisipasi melalui kebijakan yang mampu memperkuat kemandirian pasokan sekaligus memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat dan dunia usaha.

β€˜Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang disahkan pada 2025 menjadi landasan untuk menyusun Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) sebagai pedoman pelaksanaan kebijakan energi secara lebih terarah,” katanya.