Ia mengatakan arah kebijakan energi nasional mencakup optimalisasi pemanfaatan energi baru dan terbarukan, pengurangan penggunaan energi fosil, serta pemanfaatan gas bumi sebagai energi transisi.

Selain itu, pemerintah perlu mendorong diversifikasi energi melalui pengembangan biodiesel B50, bahan bakar berbasis etanol, dan kendaraan listrik untuk mengurangi konsumsi BBM berbasis minyak bumi.

“Dengan semakin meningkatnya pemanfaatan energi alternatif, kita diharapkan tidak lagi bergantung pada impor BBM maupun minyak mentah,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan cadangan operasional BBM dan LPG serta pembangunan cadangan penyangga energi yang dapat digunakan ketika terjadi gangguan pasokan akibat kondisi geopolitik maupun kendala perdagangan internasional.

Menurut dia, cadangan penyangga energi berbeda dengan cadangan operasional yang disediakan badan usaha untuk menjaga kelangsungan kegiatan bisnis.