Firman menerangkan kehadiran siswa penerima MBG dan nonpenerima MBG ada kesenjangan cukup besar. Menurut dia, temuan itu menunjukkan hal positif dari pelaksanaan MBG.
"Bahkan sebenarnya gap-nya cukup besar terutama di desil 1 yang paling miskin gitu ya. Jadi ketika dia nonpenerima MBG, dia akan sering absen, sementara kalau penerima MBG dia akan relatif tidak absen ke sekolah," kata Firman.
"Dan ini semakin tinggi berkurangnya absen seiring dengan intensitas penerimaan MBG di sekolahnya. Jadi saya kira ini satu hal yang positif gitu kan," imbuhnya.
Selain presensi, lanjut Firman, MBG juga memiliki korelasi dengan semangat belajar siswa. Firman menyebut kualitas baik MBG berpengaruh dengan semangat belajar siswa.