Ia juga menyampaikan hasil studi uji coba di Provinsi Bali yang menunjukkan kesalahan eksklusi (exclusion error) turun sebesar 24,1 persen. Sementara itu, kesalahan inklusi (inclusion error) tercatat sebesar 4,1 persen.

Kesalahan eksklusi terjadi ketika warga yang berhak menerima bantuan tidak tercatat sebagai penerima. Sebaliknya, kesalahan inklusi terjadi ketika warga yang tidak berhak justru masuk dalam data penerima bantuan.

Firman menjelaskan, dengan dukungan 775 ribu agen Perlinsos, sekitar 600 ribu pendaftar tercatat masuk ke dalam sistem setiap hari.