Belakangan, Denada mengaku mulai mencoba membuat makanan yang lebih sehat. Ia kerap mencari berbagai resep makanan sehat dan kemudian meminta orang-orang di rumah untuk mencoba membuatnya.
"Masak sehat. Jadi aku berusaha untuk... aslinya memang suka nyari-nyari. Tapi biasanya dulu kalau udah dapet aku kirim ke tim yang di rumah. 'Mungkin yang ini dong, cobain dong bikin ini pengen deh yang kayak gini.'" bebernya.
Meski banyak makanan sehat yang bisa dibeli di luar rumah, Denada mengaku tetap senang jika bisa menikmati makanan tersebut dari rumah. Ia juga terbiasa membawa bekal saat bepergian.
"Walaupun aku tahu ini kan banyak banget makanan sehat ya di luar, cuma kadang-kadang kepengen juga makan itu dari rumah. Karena aku tuh selalu ngebontot (bawa bekal) kalau ke mana-mana," ujarnya.
Namun, jika sedang berkumpul bersama sahabat dan teman dekat lalu ada agenda memasak bersama, Denada mengaku biasanya justru diminta untuk duduk dan menikmati makanan.
"Suka (bawa bekal). Nah, tapi kemarin-kemarin ini ya cobain, cobain, cobain cuma kalau buat bikin serius apa, jadi semua sebenarnya semua orang terdekat, sahabat-sahabatku, temen-temen deketku tahu. Kalau kita lagi kumpul-kumpul masak-masak, jangan diharapin (aku masak). Dia suruh duduk aja. 'Duduk, makan, cantik, foto-foto, udah'. Memang nggak bakat," ucapnya.
Soal kemungkinan kuku panjang menjadi salah satu penyebab dirinya kesulitan memasak, Denada tak menampiknya. Ia merasa kondisi tersebut mungkin ikut membuatnya kurang leluasa saat berada di dapur.
"Mungkin juga, bisa jadi karena kuku panjang juga. Mungkin juga karena memang nggak luwes juga. Mungkin juga karena memang tidak terbiasa sesering itu juga," pungkas Denada.