Kedua, dikriminalisasi, dan ketiga dihabisi. Dia pun mengungkit sejumlah kasus pembungkaman terhadap suara-suara kritis, misalnya almarhum Munir yang diracun hingga tewas dalam perjalanan udara ke Belanda pada 2004.

Begitu pula dengan penyiraman air keras terhadap eks penyidik KPK Novel Baswedan hingga Andrie Yunus baru-baru ini.

"Nah, sering saya sebut tiga contoh kasus, eh Almarhum Munir, yang di arsenik, kemudian Mas Novel Baswedan sama Mas Andrie Yunus. Jangan lupa yang disiram air keras," kata dia.

Denny mengaku siap menghadapi perlawanan balik dari kubu Gibran lewat gugatan praperadilan. Kini, dia juga telah membentuk Tim yang diberi nama Insight, yang merupakan kepanjangan dari Indrayana's Fight.

Tim, kata Denny, berisi sejumlah nama tokoh dari berbagai latar belakang dan pegiat antikorupsi, mulai eks Ketua KPK Abraham Samad, praktisi hukum Bivitri Susanti, Zainal Arifin Mochtar, hingga Ferry Amsari.

"Untuk menunjukkan bahwa meskipun ini kriminalisasi lagi, ya kita siap aja. Bagian dari risiko perjuangan," katanya.