"Dan aku belajar banyak hal dari karakter Hajime yang menurut aku itu adalah satu hal yang paling fragile, yang paling aku takuti ketika aku mengarungi dunia ini. Karena ketika kita menjadi baik, kita menjadi sabar, banyak rasa luka yang harus kita tanggung sendiri," lanjut Denny.

Denny kemudian mencoba melihat alasan seseorang bisa memilih menyakiti orang lain. Namun, menurut Denny, Hajime justru menunjukkan keteguhan hingga akhir hidupnya.

"Kenapa orang memutuskan untuk menjadi orang yang suka menghujat atau mem-bully atau menyakiti orang lain? Karena dia tidak kuat untuk menahan rasa sakit yang ada dalam dirinya. Tapi Hajime Kondo, sampai di titik terakhirnya, dia lepas nyawanya, sebagai ganti supaya doanya dijawab sama Tuhan," tuturnya.

Denny kemudian mengutip doa Hajime untuk keluarganya. Bagi Denny, kalimat tersebut menggambarkan salah satu tujuan terbesar seorang pria dalam keluarga.

"'Tolong jaga istri dan anakku' Amin. Amin. Laki-laki. Itu tujuan hidup seorang pria. Pergi untuk istrinya dan berkorban untuk anak-anaknya," tegasnya.

Denny juga melihat pesan tentang kesetiaan sebagai salah satu hal penting yang dibawa karakter Hajime dalam Baby Udon. Ia menilai para pria juga harus menyadari pentingnya menjaga kesetiaan kepada pasangan.

"Jadi buat gue ini pesannya juga besar sekali untuk para pria. Apalagi pesan kesetiaan, hal yang hanya dari wanita. Karena kita sebagai pria, sudah sering, jarang banget, langka banget menyadari bahwa kita sebagai laki-laki itu harus punya kesetiaan yang luar biasa," lanjut Denny.

Ia mengingatkan agar seseorang tidak mudah tergoda untuk berpaling. Bagi Denny, pesan tersebut menjadi salah satu kekuatan utama karakter Hajime dalam film.

"Jangan gampang kita itu ke kiri dan ke kanan. Memang rumput tetangga lebih hijau, tapi ya cobain aja nanti ya kalau udah berpisah gitu. Jadi buat saya pesan yang dibawa film ini tuh besar sekali lewat Hajime," kata Denny.

Denny juga tidak lupa mengapresiasi Fanny Kondoh yang sebelumnya membagikan kisah hidupnya melalui podcast miliknya. Dari cerita tersebut, ide untuk mengangkat kisah Fanny dan Hajime menjadi film kemudian berkembang. Denny merasa kesempatan membuat Baby Udon merupakan salah satu pengalaman besar dalam hidupnya.

"Dan saya berterima kasih banyak buat Fanny yang sudah menceritakan di podcast saya. Karena kalau tidak ada cerita Fanny, hari ini tidak ada cerita ini. Dan mungkin saya tidak akan bisa menikmati salah satu kemegahan dan pemberian Tuhan yang luar biasa diberikan kesempatan bersama dengan semua tim untuk membuat film ini hadir di hadapan kalian semua Terima kasih banyak," kata Denny.