NADIKABAR.COM — Pemerintah Kota Denpasar terus memperkuat pembangunan responsif gender dengan mendorong implementasi Pengarusutamaan Gender (PUG) hingga tingkat desa dan kelurahan.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk perempuan, anak-anak, penyandang disabilitas, lanjut usia, dan kelompok rentan lainnya, memperoleh manfaat pembangunan secara adil dan merata.
Komitmen tersebut dipaparkan Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam verifikasi lapangan evaluasi penyelenggaraan Pengarusutamaan Gender (PUG) Tahun 2025 (PLE 2026) yang dilaksanakan secara virtual di Kantor Wali Kota Denpasar, Senin.
Jaya Negara mengatakan pengarusutamaan gender bukan sekadar program atau kegiatan, melainkan strategi pembangunan yang mengintegrasikan perspektif gender dalam seluruh tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pelaporan, pemantauan hingga evaluasi kebijakan.
"Komitmen kami di Kota Denpasar sudah sangat jelas, bahwa seluruh aspek pembangunan harus dapat dirasakan oleh siapa saja tanpa terkecuali, baik laki-laki, perempuan, anak-anak, penyandang disabilitas, lansia maupun kelompok rentan lainnya. Pembangunan harus memberikan manfaat secara adil dan merata bagi seluruh masyarakat," ujar Jaya Negara.
Menurutnya, penguatan PUG harus diwujudkan melalui kebijakan dan program yang tidak hanya memenuhi aspek kesetaraan peran, tetapi juga memperhatikan kebutuhan masyarakat berdasarkan perspektif gender.
Untuk mempercepat implementasinya, Pemkot Denpasar memperkuat sinergi pentahelix dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media.