Perbedaan suhu antarlapisan atmosfer dapat menyebabkan gelombang suara mengalami refleksi (pemantulan) atau refraksi (pembiasan). Jika variasi suhu udara berkurang secara vertikal maka refraksi lebih dominan terjadi, sedangkan jika variasi suhu udara bertambah secara vertikal maka refleksi lebih dominan terjadi.

"Pada kondisi inversi, pembelokan gelombang akustik menyebabkan lintasan sinar gelombang melengkung kembali ke arah bawah sehingga suara dari sumber yang jauh masih dapat terdengar di permukaan," ujarnya.

Eupsi Anak Krakatau tidak hanya menghasilkan material vulkanik, tetapi juga melepaskan energi dalam bentuk gelombang akustik. Ketika gelombang tersebut merambat melalui atmosfer yang memiliki kondisi inversi, energi suara dapat mengalami pembelokan dan pemantulan sehingga jangkauan suara menjadi lebih jauh.

Topografi wilayah juga memperkuat kondisi tersebut. Udara dingin cenderung terkumpul di wilayah cekungan atau dataran rendah sehingga lebih mendukung terbentuknya lapisan inversi.