"Ada kemungkinan juga waktu di CCTV warga tidak terkalibrasi seperti di sensor BMKG. Gelombang kejutnya terekam sekitar pukul 00.18 Wita di Gorontalo. Namun gelombang kejutnya masih terasa sampai Kotamobagu pada pukul 00.20 Wita," tuturnya.

Hal inilah yang menyebabkan tidak ada laporan dentuman atau cahaya terang di wilayah Sulawesi Utara. Thomas menambahkan, perbedaan waktu sekitar 2 menit adalah waktu rambat gelombang kejut dari Gorontalo ke Kotamobagu.

"Dengan membandingkan efek getarannya dengan kejadian di Bone yang disebabkan asteroid berukuran sekitar 10 meter, secara kasar meteor/asteroid penyebab dentuman dan kilatan di Gorontalo ditaksir sekitar 10 meter juga," jelasnya.