NADIKABAR.COM — Warga di Gorontalo dihebohkan dengan suara dentuman dan cahaya pada Sabtu (12/9/2026) pukul 00.15 Wita. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menduga fenomena tersebut diakibatkan oleh meteor berukuran 10 meter.
"Ini analisis saya penyebab suara dentuman dan cahaya terang adalah meteor besar (bola api, bollide)," ujar Koordinator Kelompok Riset (Pokris) Astronomi dan Observatorium BRIN, Thomas Djamaluddin dalam NadiKabar, Minggu (13/9/2026).
Menurut Thomas, suara dentuman disebabkan oleh efek gelombang kejut yang terjadi saat meteor memasuki atmosfer dengan kecepatan tinggi melebihi kecepatan suara. Sebagai informasi, kecepatan suara adalah 340 meter/detik atau 1.240 km/jam.
"Sedangkan kecepatan meteor melebihi 11.000 meter/detik atau 39.600 km/jam. Gelombang kejut itulah yang menyebabkan suara dentuman dan bisa menggetarkan kaca-kaca jendela," jelasnya.
Kecepatan tinggi ini menyebabkan meteor terbakar. Hasilnya, meteor akan terlihat sangat terang karena ukurannya yang besar juga.
Menurut data BMKG Telaga Gorontalo, getaran dari meteor itu terjadi sekitar pukul 00.18 Wita, sedangkan BMKG Kotamobagu yang mencatat getaran sekitar pukul 00.20 Wita.
Thomas menjelaskan, meteor meledak di sekitar Gorontalo pada pukul 00.15 Wita yang menimbulkan suara dentuman karena efek gelombang kejut dan kilatan cahaya sangat terang.
"Ada kemungkinan juga waktu di CCTV warga tidak terkalibrasi seperti di sensor BMKG. Gelombang kejutnya terekam sekitar pukul 00.18 Wita di Gorontalo. Namun gelombang kejutnya masih terasa sampai Kotamobagu pada pukul 00.20 Wita," tuturnya.
Hal inilah yang menyebabkan tidak ada laporan dentuman atau cahaya terang di wilayah Sulawesi Utara. Thomas menambahkan, perbedaan waktu sekitar 2 menit adalah waktu rambat gelombang kejut dari Gorontalo ke Kotamobagu.
"Dengan membandingkan efek getarannya dengan kejadian di Bone yang disebabkan asteroid berukuran sekitar 10 meter, secara kasar meteor/asteroid penyebab dentuman dan kilatan di Gorontalo ditaksir sekitar 10 meter juga," jelasnya.