Situasi itulah yang disaksikan dan direkam warga. Saat malam kelam, seketika berubah menjadi sangat terang. CCTV warga mencatat kilatan cahaya terjadi sekitar pukul 00.15 Wita, Sabtu (12/9).

Data lebih akurat diberikan oleh BMKG Telaga Gorontalo yang mencatat getaran sekitar pukul 00.18 Wita, sedangkan BMKG Kotamobagu yang mencatat getaran sekitar pukul 00.20 Wita. Sementara meteor masuk atmosfer dari arah yang tidak diketahui.

"Dengan kecepatan lebih dari 40.000 km/jam, meteor kemudian meledak di sekitar Gorontalo pada pukul 00.15 Wita yang menimbulkan suara dentuman (karena efek gelombang kejut) dan kilatan cahaya sangat terang (karena pecahan meteor langsung terbakar semua)," paparnya.

"Ada kemungkinan juga waktu di CCTV warga tidak terkalibrasi seperti di sensor BMKG. Gelombang kejutnya terekam sekitar pukul 00.18 Wita di Gorontalo. Namun gelombang kejutnya masih terasa sampai Kotamobagu pada pukul 00.20 Wita," tambah Thomas.

Hal itulah yang menyebabkan tidak ada laporan dentuman atau cahaya terang di wilayah Sulawesi Utara. Perbedaan waktu sekitar 2 menit adalah waktu rambat gelombang kejut dari Gorontalo ke Kotamobagu.