Menariknya, jarak yang lebih jauh tidak menjamin suara akan menghilang. Energi suara yang bergerak di atas zona bayangan dapat mengalami scattering (penyebaran) akibat turbulensi atmosfer atau difraksi.

"Sebagian energi suara yang bergerak di atas zona bayangan dapat mengalami scattering atau penyebaran akibat turbulensi atmosfer. Dalam kondisi tertentu, gelombang tersebut juga dapat mengalami difraksi sehingga sebagian energinya kembali mencapai permukaan di tempat yang lebih jauh," jelasnya.

Sebelumnya, Mirzam menilai bahwa hal ini belum membuktikan secara otomatis bahwa suara di Bandung berasal dari Gunung Anak Krakatau (GAK). Berbagai faktor lain seperti topografi, morfologi wilayah, hingga penghalang (barrier) juga turut berpengaruh.Sembunyikan kutipan teks

Namun, kepastian suara dentuman berasal dari GAK telah dikonfirmasi oleh Badan Geologi Kementerian ESDM. Ia menyebut, fenomena ini bisa menjadi pengingat pentingnya edukasi dan literasi kebencanaan bagi masyarakat.

"Bagi masyarakat, fenomena ini dapat menjadi pengingat akan pentingnya literasi kebencanaan sekaligus cara kerja ilmu pengetahuan. Sebuah fenomena alam tidak selalu dapat dijelaskan hanya dari apa yang terdengar atau dirasakan. Pengamatan, data, dan kajian yang menyeluruh tetap menjadi dasar utama untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi," pungkasnya.