Prediksi tersebut merupakan hasil pemutakhiran BMKG berdasarkan perkembangan kondisi atmosfer dan iklim hingga Mei 2026. Dalam dokumen tersebut, BMKG menyebut sebanyak 218 ZOM yang mencakup 32,58 persen luas daratan Indonesia mengalami pemutakhiran prediksi pada setidaknya satu parameter musim, termasuk awal, sifat, puncak, atau durasi musim.
Untuk beberapa wilayah, rincian dalam tabel BMKG menunjukkan adanya perubahan prediksi puncak kemarau dari Agustus menjadi September. Di antaranya sejumlah ZOM di Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, hingga Sulawesi.
Selain memprediksi waktu puncak kemarau, BMKG juga memperbarui sifat musim kemarau 2026. Hasilnya menunjukkan 482 ZOM atau 56,18 persen luas daratan Indonesia diprediksi mengalami kondisi Bawah Normal, yang berarti lebih kering dari kondisi normalnya.