NADIKABAR.COM — Lima Desa Binaan Imigrasi di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan panen raya jagung sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional.
Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko di Gunungkidul, Selasa, mengatakan penanaman jagung dalam program Desa Binaan Imigrasi tersebut dilakukan di lima kalurahan, yakni Kalurahan Semin, Bendung, Kemejing, Kalitekuk, dan Bulurejo.
"Total lahan mencapai 2,5 hektare dan hasil panen sejumlah kurang lebih 17,25 ton jagung," katanya.
Menurut dia, kegiatan panen raya tersebut menjadi langkah awal untuk melakukan penanaman kembali sekaligus memperluas program agar tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial.
"Menanam kembali bukan hanya jagung, tetapi juga semangat kemandirian, produktivitas, gotong royong, dan keberlanjutan yang menjadi jati diri daripada bangsa kita," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjen Imigrasi DIY Yuni Santi Nurani mengatakan pemberdayaan masyarakat melalui program ketahanan pangan berupa penanaman jagung di lima kalurahan tersebut masing-masing memperoleh dukungan bibit jagung untuk lahan seluas kurang lebih 0,5 hektar.
"Sehingga total lahan program tersebut mencapai kurang lebih 2,5 hektar," katanya.
Berdasarkan estimasi hasil panen, lanjut dia, produktivitas jagung diperkirakan mencapai 6,9 ton per hektar dari total lahan seluas 2,5 hektar.
"Maka estimasi hasil panen raya jagung mencapai 17,25 ton," ujarnya.
Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Gunungkidul Wibawanti Wulandari menambahkan program ketahanan pangan melalui Desa Binaan Imigrasi perlu dilakukan dengan kerja sama lintas sektor.
"Setelah panen kita harus bicara tentang keberlanjutan, bagaimana lahan tetap produktif, bagaimana kelompok tani semakin kuat, bagaimana pendampingan terus dilakukan, dan bagaimana hasil pertanian memiliki akses pasar," katanya.
Ia berharap program tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan dan dapat langsung dirasakan masyarakat.