Song Yinzhong, Sekretaris Partai Desa Changjiang yang pernah bekerja sebagai nelayan paruh waktu, menjadi salah satu contoh perubahan tersebut. Setelah meninggalkan pekerjaan sebagai nelayan, ia dan istrinya beralih membudidayakan stroberi di rumah kaca. Mereka juga mengembangkan agrowisata sebagai sumber penghasilan baru. Perjalanan mereka mencerminkan perubahan yang dialami banyak warga lain yang sebelumnya bergantung pada hasil tangkapan sungai.

Pada awal 2000-an, populasi ikan di sungai itu merosot tajam. Kini, ikan-ikan bahkan berenang mendekati orang yang mencelupkan kaki ke air. "Pesut tanpa sirip yang dulu sering saya lihat saat masih kecil kini kembali bermunculan," ujar Song.

Lantas, bagaimana para mantan nelayan memperoleh penghasilan setelah larangan menangkap ikan diberlakukan? Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah desa mendorong warga mengembangkan pertanian ramah lingkungan dan usaha budi daya perairan. Lebih dari 133 hektare lahan telah ditanami kanola, membentuk hamparan luas yang dikenal sebagai "lautan bunga kanola". Desa ini juga menggelar berbagai kegiatan untuk menarik wisatawan, mulai dari pertunjukan seni tradisional dan pasar pedesaan hingga jamuan makan. Seiring bertambahnya jumlah pengunjung, warga pun memanfaatkan peluang dengan membuka penginapan dan menjual produk khas daerah.