Xiang Cuiyang menjadi warga pertama yang membuka penginapan di Desa Changjiang. Saat desa menggelar Festival Bunga Kanola untuk pertama kalinya, banyak pengunjung datang dan menginap di tempatnya. "Mereka meninggalkan nomor kontak. Sejak itu, wisatawan dan pemandu wisata rutin menghubungi kami setiap tahun agar hubungan tetap terjalin," kata Xiang.

Popularitas desa ini semakin meningkat berkat media sosial. Video-video pendek yang menampilkan keindahan Changjiang menarik wisatawan dari berbagai penjuru Tiongkok. Desa yang dahulu kerap dilanda banjir dan mengalami penurunan sumber daya alam itu kini memiliki panorama tepi sungai yang indah, jalan beraspal, serta rumah-rumah yang tertata rapi. Perubahan tersebut mencerminkan filosofi pembangunan Tiongkok bahwa "air yang jernih dan pegunungan yang hijau merupakan aset tak ternilai".