NADIKABAR.COM — Istilah desil 1-10 belakangan ramai diperbincangkan, terutama setelah masyarakat mengetahui termasuk dalam desil berapa. Tidak jarang, hasil tersebut menimbulkan pertanyaan ketika desil yang tercatat dinilai belum mencerminkan kondisi sosial ekonomi keluarga yang sebenarnya.
Desil sendiri merupakan pengelompokan keluarga berdasarkan posisi relatif tingkat kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Masyarakat dibagi ke dalam 10 kelompok, mulai dari desil 1 dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah hingga desil 10 yang paling tinggi.
Data tersebut kemudian menjadi acuan utama pemerintah dalam menentukan prioritas penerima berbagai bantuan sosial (bansos). Lantas, apa arti desil 1-10, dan bagaimana cara menentukannya?
Simak penjelasan lengkapnya yang telah dirangkum NadiKabar dari berbagai sumber berikut ini!
Penentuan desil seseorang tidak hanya didasarkan pada besaran penghasilan, melainkan dinilai dari kondisi sosial ekonomi secara menyeluruh. Adapun beberapa aspek yang menjadi dasar dalam penentuan desil meliputi:
Status desil dapat berubah seiring perkembangan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Agar lebih mudah memahaminya, berikut rincian pembagian kategori desil 1 hingga 10 dalam DTSEN:
Masyarakat yang berada pada desil 1-4 menjadi kelompok prioritas utama pemerintah dalam penyaluran bantuan sosial reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), hingga Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK/JKN).
Sementara itu, desil 5 merupakan kelompok masyarakat menengah bawah dengan ekonomi yang relatif stabil. Kelompok ini masih memiliki peluang menerima bantuan tertentu, namun sifatnya sangat terbatas dan selektif. Di sisi lain, desil 6-10 umumnya tidak menjadi prioritas penerima bansos karena dianggap telah mandiri secara ekonomi.
Berikut adalah pemetaan jenis bansos yang diterima oleh masing-masing kelompok desil:
Perlu diperhatikan, masyarakat yang berada di desil 1-5 tidak secara otomatis langsung menerima bansos. Proses penyaluran tetap mempertimbangkan kuota program serta kriteria tertentu dengan memprioritaskan kelompok desil terendah terlebih dahulu.
Jika kondisi ekonomi keluarga saat ini tidak mencerminkan angka desil yang terdaftar dalam DTSEN, pembaca dapat mengajukan pembaruan data desil secara mandiri. Pengajuan dapat dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos atau datang langsung ke Kantor Desa/Kelurahan atau dinas sosial (Dinsos) setempat.
Untuk memudahkan, berikut masing-masing panduannya:
Demikianlah penjelasan mengenai arti desil 1-10 dalam DTSEN beserta cara mengubah desil. Semoga bermanfaat!