NADIKABAR.COM — Istilah desil belakangan ini semakin sering menjadi pembahasan di tim redaksi masyarakat. Kategori desil menjadi salah satu acuan untuk melihat posisi kesejahteraan keluarga.
Selain itu, kategori desil masyarakat juga menjadi penentu siapa saja yang berhak menerima program bantuan dan perlindungan sosial.
Namun, di lapangan, tak sedikit masyarakat yang merasa kategori desil yang diterima tidak sesuai dengan realita sehari-hari.
Karena itu, masyarakat yang merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan data yang tercatat dapat mengecek sekaligus mengajukan pembaruan data.
Artikel ini akan membahas cara mengecek status desil terbaru, serta cara merubah kategori desil bila data yang muncul tidak sesuai. Berikut panduan lengkapnya.
Desil adalah pengelompokan keluarga berdasarkan posisi tingkat kesejahteraan sosial ekonomi. Pengelompokan ini tercatat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola Badan Pusat Statistik (BPS).
DTSEN menjadi rujukan bersama pemerintah untuk perencanaan, penetapan sasaran, dan evaluasi berbagai program.
Dalam DTSEN, keluarga diperingkatkan berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi, kemudian dibagi menjadi 10 kelompok desil. Setiap desil mencakup sekitar 10 persen keluarga.
Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.
Penentuan desil tidak hanya berdasarkan penghasilan bulanan. Berbagai karakteristik menjadi pertimbangan.
Beberapa hal yang jadi penentu di antaranya adalah kondisi tempat tinggal, sumber air minum, energi untuk memasak, daya dan konsumsi listrik, kepemilikan aset, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, hingga kondisi disabilitas.
Karena itu, perubahan satu kondisi saja tidak otomatis membuat desil sebuah keluarga berubah. Posisi tersebut merupakan hasil pemeringkatan berdasarkan sejumlah variabel sosial ekonomi.
Secara sederhana, desil dapat dipahami berdasarkan urutan tingkat kesejahteraan relatif berikut:
• Desil 1: 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah.• Desil 2: kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif rendah.• Desil 3: kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif rendah hingga menengah.• Desil 4: kelompok yang masih berada dalam 40 persen terbawah.• Desil 5: kelompok yang berada di sekitar tingkat kesejahteraan menengah bawah.• Desil 6: kelompok dengan tingkat kesejahteraan menengah.• Desil 7: kelompok masyarakat menengah.• Desil 8: kelompok menengah atas.• Desil 9: kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif tinggi.• Desil 10: kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.
Dalam penentuan sasaran bansos, desil 1 sampai 4 menjadi kelompok yang dapat diusulkan untuk sejumlah bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako. Desil 5 juga masih dapat menjadi sasaran program tertentu, misalnya PBI-JK, sesuai ketentuan program yang berlaku.
Sementara itu, masyarakat yang masuk ke dalam desil 6-10 tidak menjadi sasaran prioritas bantuan pemerintah, karena dianggap telah mandiri secara ekonomi.