Agus membeberkan data yang digunakan dalam pembaruan desil berasal dari berbagai instansi. Termasuk data dari Dapodik terkait siswa, data PLN mengenai penggunaan listrik, serta data hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).

Selain itu, pembaruan data juga dilakukan secara berkala melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial (Kemensos). Data dari berbagai sumber tersebut kemudian dikumpulkan dan diolah sehingga menghasilkan pembaruan data desil setiap tiga bulan.

"Data desil itu sangat dinamis. Kenapa dinamis? Kan itu terkait dengan kesejahteraan, pengeluaran itu kan bisa berubah dengan cepat. Walaupun tidak semua, tapi perubahan itu kan ada," imbuhnya.