Agus menekankan bahwa desil tidak sama dengan angka kemiskinan absolut. Menurutnya, angka kemiskinan dapat berubah seiring dengan kondisi ekonomi masyarakat. Sementara desil menggambarkan posisi kesejahteraan berdasarkan sejumlah indikator.
Dalam menentukan desil, dia melanjutkan, terdapat sekitar 41 indikator yang diperhitungkan. Termasuk di antaranya indikator perumahan dan kepemilikan aset. Agus menegaskan penentuan desil mempertimbangkan berbagai indikator secara keseluruhan, bukan hanya satu indikator.
"Misalnya gini, 'oh lantai saya lebih bagus daripada lantainya dia, tapi kok desil saya lebih rendah?' Tapi ternyata indikator-indikator yang lain tidak menunjukkan begitu," beber Agus.