Seorang warga setempat, Abah Enoh (64), mengungkapkan para pelaku penggalian yang diduga bermotif harta karun hanya beraksi dalam waktu singkat. Mereka menggali tanah tanpa menginap di lokasi tersebut.
"Iya katanya semalam, penggalian harta karun katanya. Satu hari aja di sini, enggak bermalam, pulang lagi," tutur Abah Enoh.
Menurut Abah Enoh, lubang-lubang yang digali memiliki kedalaman sekitar setengah meter dan kini sudah ditutup kembali oleh pelaku.
"Ada setengah meteran mah dalamnya. Sekarang sudah ditutup lagi," katanya.
Abah Enoh, yang sudah lama menetap di kawasan itu, mengaku baru pertama kali mendengar isu pencarian harta karun di Perbukitan Batu Ampar. Selama ini, masyarakat mengenal wilayah tersebut sebagai tempat sakral yang sering didatangi peziarah.
"Dari dulu belum pernah dengar (ada harta karun), baru sekarang aja. Emang kata orang tempatnya wingit, banyak ziarahan terus gitu katanya," pungkas Abah Enoh.
Isu keberadaan harta karun di kawasan Perbukitan Batu Ampar ditanggapi dingin oleh warga yang menggarap lahan di sana. Mereka menegaskan selama puluhan tahun beraktivitas di lokasi tersebut, tidak pernah ada temuan barang berharga seperti yang diisukan.
Muryati (56), salah seorang petani penggarap yang sehari-hari mengolah lahan di kawasan perbukitan tersebut, mengaku heran dengan ramainya kabar pencarian harta karun.