Saat itu, kedua korban bersama teman-temannya baru selesai menjadi suporter pertandingan futsal di kawasan SPBU Pertamina Alam Sutera.
"Pada saat bersamaan, kelompok pelajar lain yang diketahui berasal dari SMK Yadika 4 Ciledug datang dari arah Graha Raya. Kelompok tersebut diduga membawa senjata tajam," terang Kasie Humas Polres Tangsel, Iptu Wahyuni, saat dihubungi NadiKabar pada Sabtu (10/10).
Kedua korban dan teman-temannya pun berupaya menyelamatkan diri dengan mengendarai sepeda motor menuju Sport Center Alam Sutera. Dalam perjalanan, kedua korban diduga dikejar hingga ke Jalan Sutera Utama, tepatnya di seberang pintu masuk Sekolah Laurensia.
"Dua pelajar yang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy berwarna merah kemudian terjatuh setelah menabrak pembatas jalan dan membentur tiang listrik di pinggir jalan," kata Yuni.
Akibat kejadian tersebut, kedua pelajar meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Sementara seorang pelajar lainnya berhasil menyelamatkan diri ke pos keamanan Alam Sutera.
Yuni mengatakan tim Inafis Polres Tangerang Selatan dan pihak RSUD Kabupaten Tangerang telah mengecek menyeluruh terhadap kedua korban.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan luar terhadap kedua korban di RSUD Kabupaten Tangerang, tidak ditemukan luka bekas sabetan senjata tajam maupun luka tusuk. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya luka memar dan lecet di sejumlah bagian tubuh, termasuk wajah dan dahi, yang diduga akibat benturan dengan benda keras," ujarnya.
Setelah mengecek lokasi dan serangkaian penyelidikan, Unit Reskrim Polsek Serpong menangkap tiga pelajar yang diduga membawa senjata tajam. Ketiga pelajar SMK di Ciledug itu berstatus anak berhadapan dengan hukum (ABH).