Abdul menegaskan, penerapan AI tidak menghilangkan tanggung jawab media terhadap informasi yang diterbitkan. Baik konten yang dibuat dengan bantuan AI maupun tanpa teknologi tersebut, media tetap bertanggung jawab atas isi pemberitaannya.

Dia juga mengingatkan bahwa AI seharusnya digunakan sebagai alat bantu, bukan menggantikan proses kerja jurnalistik sepenuhnya. Setiap informasi yang diperoleh melalui AI perlu diverifikasi untuk mencegah kesalahan data maupun substansi pemberitaan.

“Saya kira ini juga menurut saya mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh media dalam pemanfaatannya bahwa AI penting digunakan untuk bisnis untuk membuat variasi distribusi, engagement, tapi saya kira kalau dalam bisnis media inovasi di bidang newsroom itu jauh lebih penting, core dari newsroom itu adalah karya jurnalistik,” kata Abdul.

Selain akurasi, penggunaan AI juga perlu memperhatikan aspek hak cipta. Pemanfaatan gambar, video, maupun materi lain yang berkaitan dengan karya pihak lain perlu dilakukan secara hati-hati, khususnya ketika hasilnya dipublikasikan sebagai bagian dari produk jurnalistik.