NADIKABAR.COM — Pengerjaan proyek drainase pengendali banjir di kawasan Dewi Sri dan sekitarnya terus dikebut, salah satunya terlihat nyata di Jalan Campuhan II, Sabtu (12/9/2026). Salah satunya kini tengah menggarap saluran di sisi kanan bahu jalan demi mengantisipasi genangan air secara optimal.

Anggota DPRD Kabupaten Badung, I Wayan Puspa Negara menyoroti proyek pembangunan drainase dan bangunan pembuang irigasi penanggulangan banjir di kawasan Jalan Basang Kasa serta Jalan Sunset Road, Kuta, senilai Rp 48 miliar lebih pada APBD Induk 2026. Pengerjaan proyek tersebut dinilai masih bersifat parsial sehingga belum komprehensif mengatasi permasalahan banjir di kawasan Dewi Sri dan sekitarnya.

"Khusus terhadap nomenklatur belanja modal bangunan pembuang irigasi, bangunan drainase pengendalian banjir kawasan Sunset Road di Kecamatan Kuta senilai Rp 48 miliar lebih pada Induk 2026, masih terlihat parsial dan belum komprehensif untuk bisa menanggulangi banjir dalam jangka pendek di kawasan Dewi Sri dan sekitarnya," kata Puspa Negara.

"Masih banyak area yang berkategori kawasan langganan banjir atau tergenang, tergenang parah, namun belum tersentuh proyek drainase tersebut," kata Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung, tersebut.

Ia membeberkan sedikitnya 15 titik jalan di kawasan Kuta yang hingga kini masih menjadi langganan banjir dan membutuhkan penanganan segera. Pemerintah Kabupaten Badung didesak memasukkan perbaikan drainase di belasan lokasi tersebut ke dalam prioritas APBD Perubahan 2026.

"Seperti Jalan Nakula V, Jalan Pandawa, Jalan Pandawa 1 dan 1A, Jalan Sri Lakshmi 2, Jalan Sri Rejeki, Jalan Dewi Sri 3A, Jalan Dewi Sri 3B, Jalan Pararaton, Jalan Pararaton Utama, Jalan Prahara, Jalan Rajawali 1, Jalan Dewi Sri 12, Jalan De Mirate, Jalan Cendana, serta Jalan Marga Kirana 2. Kiranya mohon diprioritaskan di anggaran Perubahan 2026 ini agar kawasan tersebut tidak tergenang kembali," papar Puspa Negara.

Selain proyek drainase Sunset Road, Dewan juga menyoroti lambatnya pengerukan sedimentasi Tukad Mati sepanjang 5 kilometer yang saat ini digerakkan Dinas PUPR Badung. Dengan masuknya musim penghujan, Pemkab Badung diminta melakukan percepatan penanganan agar banjir tidak kembali menerjang permukiman dan kawasan bisnis.

Ia mendukung kegiatan ekskavasi sedimentasi Tukad Mati sepanjang 5 kilometer untuk antisipasi banjir Dewi Sri dan sekitarnya, yang saat ini sedang digerakkan Dinas PUPR Badung menggunakan dua unit amphibious excavator.

"Kami mohon agar bergerak lebih cepat karena saat ini yang terekskavasi baru hanya sejauh 800 meter dari 5 kilometer area Tukad Mati yang tersedimentasi parah, sementara musim hujan sudah mulai mendekat sehingga kami meminta Bapak Bupati mengambil langkah strategis, kebijakan, dan diskresi cepat agar pengerukan ini dituntaskan segera," tegas Puspa Negara.