Dexa Group mengembangkan OMAI dari beragam kekayaan hayati Indonesia, mulai dari daun meniran, daun bungur, legundi, daun torbangun, daun saga, buah mahkota dewa, hingga kayu manis. Selain tanaman, pengembangan OMAI juga memanfaatkan sumber daya hayati lainnya seperti cacing tanah dan ikan gabus.
Sejumlah produk yang dihasilkan dari riset tersebut tim redaksi lain Inlacin dan Diabetadex yang dikembangkan dari daun bungur dan kulit kayu manis untuk sistem metabolik. Ada pula Redacid yang dikembangkan dari kulit kayu manis untuk sistem pencernaan serta Stimuno yang dikembangkan dari meniran untuk sistem imun Produk-produk tersebut telah bersertifikat Fitofarmaka dan telah diresepkan oleh dokter di dalam maupun luar negeri.
Para petani mendapatkan pemberdayaan dan pelatihan untuk menghasilkan bahan baku sesuai dengan kebutuhan industri serta memenuhi standar industri farmasi. Dengan pendekatan tersebut, petani tidak hanya berperan sebagai pemasok komoditas, tetapi menjadi bagian dari ekosistem pengembangan bahan baku obat berbasis kekayaan hayati Indonesia.
Bahan-bahan alam tersebut kemudian dikembangkan melalui riset dan teknologi modern Tandem Chemistry Expression Bioassay System (TCEBS). Melalui serangkaian proses riset dan uji klinis, bahan alam tersebut dikembangkan menjadi OMAI dengan efektivitas yang teruji serta memenuhi standar industri farmasi.