NADIKABAR.COM — Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman menyatakan, pihaknya berupaya mengurangi ketergantungan terhadap penugasan pemerintah dengan memperkuat sektor komersial serta memastikan ketahanan pangan tetap terjaga.
"Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kemandirian perusahaan sekaligus memperkuat peran Dharma Jaya dalam mendukung ketahanan pangan di Jakarta," kata Radit di Jakarta, Rabu, saat menjadi narasumber pada acara Ngobrolin Jakarta (Ngojak) yang digelar Lintas Generasi Aktivis (LIGA) Pro Jakarta.
Menurut dia, perusahaan yang membidangi dalam pemenuhan pangan terutama protein hewani itu terus memperkecil ketergantungan terhadap anggaran belanja daerah (APBD) DKI Jakarta.
Radit menjelaskan, porsi penugasan, termasuk dalam menyediakan pangan bersubsidi bagi masyarakat rentan yang sebelumnya mendominasi kegiatan perusahaan hingga sekitar 90 persen kini sudah berkurang menjadi sekitar 60 persen.
"Waktu COVID-19, tiba-tiba penugasan diberhentikan. Kita sempat kalang kabut juga. Tapi sekarang dari sisi penugasan dan komersial sudah mulai berjarak dan perlahan bisa kita amankan," ujarnya.
Ia menuturkan, saat ini sekitar 60 persen kegiatan Dharma Jaya masih berasal dari penugasan, sedangkan 40 persen lainnya sudah berasal dari sektor komersial.
"Kami terus berupaya agar porsi komersial dapat terus ditingkatkan. Sehingga, ketergantungan perusahaan terhadap penugasan semakin kecil," katanya.
Pada diskusi yang mengusung tema "Mampukah Perumda Dharma Jaya Menjaga Ketahanan Pangan?" Raditya menyampaikan, kebutuhan daging di Jakarta juga cukup besar. Dalam kondisi normal, kebutuhan dapat mencapai sekitar 6.000 ton per bulan. .
Angka tersebut kata dia, dapat meningkat menjadi sekitar 6.500 hingga 7.000 ton, bahkan mencapai 7.500 ton pada periode tertentu, seperti hari besar keagamaan.
Besarnya kebutuhan tersebut menjadi peluang bagi Dharma Jaya untuk memperkuat rantai usaha pangan, mulai dari pengadaan dan penggemukan sapi, pengolahan, hingga distribusi kepada masyarakat.
Salah satu rencana pengembangan yang tengah didorong adalah pembangunan fasilitas di kawasan Ciangir, Banten dengan memanfaatkan lahan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta seluas 15 hektare.
Lokasi tersebut memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan usaha Dharma Jaya secara terintegrasi. Selain memiliki lahan yang luas, akses dari Jakarta menuju kawasan tersebut juga relatif mudah karena dapat ditempuh melalui jalur darat dan jalan tol.
"Ini merupakan peluang yang sangat luar biasa. Kita bisa melakukan pembangunan dari mulai pekerjaan, kemudian penggemukan, pengolahan sampai distribusi," katanya.
Ia menilai, penguatan rantai pasok dari hulu hingga hilir penting untuk membangun kemandirian pangan Jakarta. Terlebih, Jakarta memiliki jumlah penduduk sekitar 10,5 juta jiwa sehingga kebutuhan pangan, khususnya daging harus dijamin secara berkelanjutan.
"Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan komoditas, tetapi juga kemampuan pemerintah daerah dan BUMD membangun sistem pangan yang lebih mandiri," ujarnya.
Sementara itu, Legislator Komisi B DPRD DKI Jakarta Ahmad Lukman Jupiter memastikan dukungan terhadap rencana Perumda Dharma Jaya dalam menjaga ketahanan pangan pemenuhan komoditas peternakan dan pengembangan bisnis.
Jupiter menginginkan agar Perumda Dharma Jaya dapat terus mengembangkan lini bisnis, termasuk dengan menjadi pemasok hotel, restoran, dan kafe (Horeka).
"Saat ini masih banyak dikuasai swasta. Saya ingin Perumda Dharma Jaya juga dapat bersaing dengan sehat agar pendapatan perusahaan semakin meningkat dan memberikan kontribusi maksimal pendapatan daerah melalui dividen," ujarnya.
Presidium Lintas Generasi Aktivis (LIGA) Pro Jakarta, M Syaiful Jihad menegaskan dukungan kepada Perumda Dharma Jaya untuk terus meningkatkan fungsi layanan kepada masyarakat dan mengembangkan lini bisnis.
"Kami mendukung Perumda Dharma Jaya untuk ditingkatkan statusnya menjadi Perseroda," tegasnya.
Ia menambahkan, seiring perubahan status tersebut nantinya, penyertaan modal daerah kepada Dharma Jaya juga harus ditambah untuk mendukung berbagai inovasi pengembangan bisnis dan peningkatan layanan masyarakat.
Syaiful mengapresiasi kepemimpinan Raditya Endra Budiman yang sudah menjabat sebagai Direktur Utama Perumda Dharma Jaya selama tujuh tahun terakhir dan membawa perusahan plat merah tersebut semakin.
"Kalau sebelum-sebelumnya merugi, maka sekarang sudah bisa memberikan dividen. Saya berharap kinerja baik ini bisa terus ditingkatkan lagi," katanya menambahkan.