Menurut Dhinda, pemain Jepang dikenal memiliki daya tahan, keuletan, dan pergerakan kaki yang baik sehingga dibutuhkan fokus serta kesiapan mental untuk menghadapi mereka.

Pada awal gim pertama, Dhinda sempat kesulitan ketika beberapa kali gagal melakukan pukulan net silang.

Pelatih kemudian mengarahkannya untuk mengurangi permainan di depan net dan lebih banyak menempatkan kok ke area belakang lapangan.

Strategi tersebut dinilai efektif karena Dhinda mampu mengantisipasi serangan Sunakawa dari area belakang.

"Buang ke belakang dulu saja, enggak apa-apa. Belakangnya dia juga enggak terlalu berbahaya, jadi saya masih bisa menahan serangannya," katanya.